Sun 24 Jul 2011
Review Gateway One (2 – Habis)
Posted by Herry SW under Uncategorized
[2] Comments
Setiap kali akan membeli atau bersentuhan dengan desktop PC, notebook, maupun netbook baru, ada dua hal yang selalu saya perhatikan lebih dulu. Yaitu, kenyamanan layar dan keyboard. Bila dua poin itu lulus, saya baru mencermati spesifikasi lainnya.
Keyboard Gateway One ZX6961 yang dipinjamkan kepada saya termasuk “lulus ujian” versi saya. Jari-jari tangan saya yang tak bisa dibilang mungil merasa nyaman kala harus menari-menari di atasnya. Kalau menggunakan istilah yang lebih keren, keyboard tersebut tergolong ergonomis.
Mengetik naskah selama berjam-jam memakai Gateway One menjadi lebih menyenangkan. Layar lebar, keyboard enak, dan segala proses berlangsung trengginas. Bila rasa jenuh mulai menyerang, tersedia aneka alternatif yang bisa saya pilih.
Pertama, berhenti mengetik, lalu tidur atau berwisata kuliner. Lho?
Kedua, memutar musik yang bakal mengalun merdu lewat speaker internal.
Alternatif lain, menuju ke posisi desktop. Di sana ada ada shortcut Gateway Games.
Beragam permainan leluasa saya pilih.
Yang paling menyenangkan, tersedia game Insaniquarium. Game itu kali pertama saya kenal saat masih rutin bercengkerama dengan PDA Palm, bertahun-tahun silam. Kini saya bisa bernostalgia memakai layar yang jauh lebih besar dan suara jauh lebih bagus. Mantap!
Game keluaran lebih baru, minimal setahu saya baru muncul setelah Insaniquarium, pun ada. Contohnya, Zuma. Sebelum Facebook menimbulkan demam masal di Indonesia, Zuma termasuk salah satu game yang mengurangi produktivitas karyawan pada jam kerja. Betapa tidak, ketika berada di kantor, tak sedikit pekerja yang justru asyik bermain “tembak kelereng” itu.
Kembali ke laptop eh… desktop. Berbagai widget bisa ditambahkan ke halaman ini. Misalnya, jam analog, informasi cuaca, dan nilai tukar mata uang. Asalkan tersambung ke internet, informasi cuaca dan nilai tukar mata uang dapat senantiasa di-update.
Perhatikan lagi foto di atas. Di sudut kanan atas ada gambar orang kan? Kalau diklik, berarti saya akan membuka Gateway TouchPortal. Seperti ini wujudnya.
Tampilannya bisa dipersonalisasi sekehendak hati. Mau dibuat lebih imut seperti ini juga bisa.
Beragam fungsi tambahan dapat dioptimalisasikan pengguna di TouchPortal. Di antaranya, TouchMediaShare, TouchMusic, TouchFriends, dan TouchMemo. Ehmm… kalau di seluler, ia ibarat value added services alias layanan nilai tambah deh.
Oh ya, Gateway One dibekali kamera. Gateway menyebutnya TouchCam. Saya bebas memilih beragam efek tambahan. Mau dibersihkan bak sebuah gedung perkantoran? Bisa.
Ingin sok meriah laksana perayaan tahun baru? Boleh kok.
Awas, kepala saya terbakar!
Kali ini saya mendadak jadi kepala suku Indian. Hiawata raksasa. Ha… ha… ha….
Kalau yang ini, kepala saya berubah jadi kayak alien
Ketika baru bangun tidur dan nggak percaya diri menampilkan wajah, diganti ini saja deh.
Kesimpulannya, apakah Gateway One ZX6961 layak beli? Jawabannya, bergantung kebutuhan masing-masing pengguna.
Sekadar bercerita, pada iklan yang beberapa waktu lalu saya baca, ZX6961 dibanderol Rp 10,999 juta. Pembeli yang masih berstatus pelajar mendapatkan diskon Rp 100 ribu.
Kalau dibandingkan dengan harga netbook atau desktop PC rakitan, harga itu tentu tampak amat tinggi. Namun, setelah mencobanya, barulah ketahuan kalau nilai tersebut sepadan dengan yang diperoleh pengguna. Akumulasi antara spesifikasi tinggi, kinerja prima, dan kenyamanan ekstra membuat ZX6961 pantas dipertimbangkan oleh seseorang yang sedang memburu desktop PC all-in-one. Eh… lantaran tampilan fisiknya cantik, ia seharusnya bisa sekaligus menunjang keindahan ruangan ya.
Bagaimana jika anggaran terbatas, tetapi keinginan meminang desktop PC all-in-one tak terbendung? Calon pembeli mungkin bisa melirik tipe lain yang lebih murah. Ketika mengunjungi sebuah pameran komputer, bulan lalu, saya melihat ada satu varian Gateway One yang dibanderol Rp 5,299 juta. Saya lupa nomor tipenya. Yang saya ingat, salah satu pembeda utamanya, monitor yang disertakan bukan berlayar sentuh.















bisa dipake maen game2 yang agak berat gak om? kayak flight simulation, call of duty, modern warfare, crysis dan lain2?
Pak Marten, maaf, saya tidak pernah mencobanya.
Sehari-hari saya memang bukan penggemar game. Seluruh game yang Bapak sebutkan sama sekali belum pernah saya mainkan, baik di Gateway One maupun peranti lain.